Buku Adalah Cinta Pertamaku

Buku adalah Cinta Pertamaku
#kisahNyata

Jika kalian jatuh cinta pertama kali pada lawan jenis, tapi tidak dengan aku seorang lelaki normal yang sedikit berbeda. Sewaktu kecil sebelum masuk SD, aku sudah jatuh cinta pada buku dan tulisan-tulisan. Percaya atau tidak demikian kenyataannya.

Sering ketika saat aku jalan dan bermain selalu singgah jika melihat kemasan-kemasan yang tulisannya banyak sekedar untuk aku baca atau dibawa pulang untuk disalin. Kalau menemukan buku-buku yang rusak atau kotor tercecer di jalanan, aku pungut dan rawat seperti merawat diriku sendiri, karena aku yakin dengan merawat buku aku bisa merawat masa depan dengan baik.

Aku sering menangis untuk dibelikan buku, tapi karena keterbatasan ekonomi yang membuat orangtua tidak bisa memenuhi. Tapi aku mencari jalan lain yaitu cari buku di tempat sampah, di jalanan, atau pinjam di teman yang sudah sekolah, kadang juga saat bermain di pantai kemasan-kemasan produk yang punya tulisan aku bawa ke rumah untuk ditulis kembali. Sebelum aku masuk SD sudah lancar membaca dan menulis diajari oleh mama.

Karena banyak buku yang aku peroleh dari jalanan untuk koleksi di rumah, baik buku tulis yang ada catatan maupun buku bacaan. Tak bosan-bosannya menemani hari-hariku, bahagia sekali bisa dikelilingi oleh buku.
Saking dekatnya dengan buku saat aku sakit buku-buku harus diletakkan di dada dan samping, tak lama kemudian sembuh.

Pernah satu ketika saat aku masih duduk di bangku SMP kelas satu, malamnya aku belajar dengan lampu pelita. Aku pun ketiduran dan lampu jatuh di bantal, maka terbakarlah bantal dan sebuah buku paket Matematika. Kebetulan buku tersebut terletak di wajah, ajaibnya buku tersebut hanya terbakar separuh, separuhnya melindungi aku. Bantal juga terbakar separuh. Secara logika mana mungkin buku yang menempel di wajahku yang terbakar bisa menyisakan banyak lembaran yang masih utuh, padahal kertas adalah media yang paling cepat terbakar. Masih banyak lagi keajaiban yang aku alami seputar buku.

Pada pagi hari aku mencium buku tersebut karena telah melindungiku dari bahaya kebakaran, karena atas izin Allah SWT aku masih bisa selamat dan sedikitpun tak disentuh api. Orang tua dan saudaraku juga kaget semua atas peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 2009.

TAMAT. Terimakasih telah membaca.

Posting Komentar untuk "Buku Adalah Cinta Pertamaku"